Minggu, 23 November 2014

About Friend


Sebenarnya membangun sebuah persahabatan itu tidak serumit yang kita pikirkan. Hanya saja terlalu banyak bentuk kata sarkartis dalam setiap perkataan yang membuat kita merasa "She/He is a bad guy". Seharusnya kata-kata sarkartis itu tidak perlu dilontarkan, tapi terlontarkan begitu saja, hingga akhirnya menjadi pembatas antara kita dan orang lain.

Persahabatan itu simple, kita hanya butuh satu orang atau lebih yang mampu mendengarkan nyanyian hati kita dan mampu mengingatkan kita mengenai keangkuhan kita. Begitu pula diri kita sendiri, jangan menutup diri pada dunia, karena dunia tidak sejahat yang kita pikirkan. 

Sabtu, 01 November 2014

Mahasiswa Stadium Akhir!!



Hai! Assalamu’alaikum! Annyeong!

Kerasa udah lama sekali ga nulis isi hati /elah/ di sini. Do you miss me Blog? /hening/. Oke kalau boleh jujur hal itu terjadi karena penyakit malas akut yang sedang aku derita semester ini. Ntah angin mana yang sudah menyebarkan virus malas dan membuat badan serta pikiran yang rentan akan kelabilan ini mengidap penyakit malas yang tiada hentinya *bahasa Indonesianya ga jelas sekali!*

Padahal ni ya, pas liburan kemarin sempat nulis tekad di selembar kertas yang isinya perjanjian buat rajin di semester ini masih kepampang gede-gede di dinding kamar tercinta. Well, itu cuma tulisan yang terpampang di dinding tapi ga ngena di hati mas! Aku mulai was-was dengan keadaan kayak gini, karena penyakit malas akut akan berlanjut dan bertambah parah jika tidak segera diobati. Nah pada tau ga obatnya apa? Aku juga tau -___-

Tulisan ini dengan malas aku pikirkan untuk melatih pikiranku yang mulai lemah dalam merangkai kata, karena dalam dua bulan ini hanya sedikit buku yang aku baca. Aku baru sadar akan efek membaca terhadap munculnya ide untuk menulis itu benar-benar besar! Back to The Judul, “Mahasiswa Stadium Akhir”. Berasa ngeri waktu milih judul itu buat tulisan ini sebenranya, seakan-akan aku tu anak penyakitan yang hampir *sensor*. Tapi kalau ditelaah dari isi tulisannya, kondisinya ya mirip dengan orang yang sedang mengidap penyakit mengerikan stadium akhir.

Yeah, akhirnya nyampe di bagian ini. September menjadi bulan dimana para mahasiswa tingkat 7 di kampusku merasakan segala kekhawatiran mendalam dari dasar lubuk hatinya /hahaha/. Segala permasalahan muncul tiba-tiba tanpa henti, mulai dari hal ‘cukup-cukupin’ sks buat lulus yang kemudian berefek dengan bentroknya jadwal kuliah, adalagi peringatan dari dosen wali buat mikirin judul tugas akhir (Name Stage: TA), jadwal kuliah yang dibuat seenaknya sehingga menguras tenaga mahasiswa dan masih banyak lagi yang ga bisa aku sebutin satu-satu.

Kita mulai dari cukup-cukupin SKS,

Well, sebagai orang berpendidikan ga seharusnya kita mikir kalau ngambil mata kuliah yang ga ada hubungannya sama TA itu ga penting. Sebenarnya setiap mata kuliah dapat memberikan ilmu yang mungkin akan kita pakai di kehidupan pekerjaan kita kelak. Tapi aku ga bisa bohong, di sini aku merasa sedikit terpaksa untuk mengambil mata kuliah yang seharusnya ga perlu untuk diambil, demi mencukupi SKS agar semester depan aku ga terbebani dengan mata kuliah apapun lagi aku ngambil semua mata kuliah aneh yang buat pusing dan sakit hati.

Dibalik semua penderitaan cukup-cukupin SKS aku pun hanya dapat berdoa, “Ya Allah, mata kuliah ini aku ambil untuk menambah ilmu yang telah engkau serakkan di atas bumi ini, tolong lancarkan prosesnya dan aku serahkan hasilnya pada-Mu..amiin”.

Ide TA dan masih ada hari esok

Ini hal paling mengerikan bagi mahasiswa! Apalagi kalau tipe mahasiswanya itu kayak aku, yang selalu berprinsip ‘masih ada hari esok’. Bahaya sekali frase satu ini sebenarnya, kalau aku tau siapa yang pertama kali mengatakan hal itu, mungkin aku akan tanya kenapa bapak atau ibu itu tega meracuni generasi selanjutnya untuk melalaikan tugas-tugasnya /alasan si ami hebat kali, demang dasarnya malas/. Cukup membahas frase yang mengerikan itu oke. Masalah ide TA, mencari ide itu ga mudah dan ga mungkin didapat kalau ga sering singgah ke perpus atau ke situs-situs jurnal ilmiah /bukan situs berita korea ya –catet/.

Waktu kamu mikirin ide TA, kamu juga harus cari tau apakah ide kamu itu layak atau enggak. Terus, beraniin diri kamu buat -melamar- dosen pembimbing yang rela dengarin curahan hati dan segala kebingungan kamu tentang TA. Ditambah lagi kamu harus mencari penelitian sebelumnya, supaya ada bukti bahwa ide kamu itu ga dibuat-buat. Tapi jangan salah, kamu juga ga boleh buat penelitian yang mirip-mirip dengan penelitian sebelumnya /nah loh/. Ribet banget kan TA itu?? T_T

Cukup dua hal ini aja kali ya yang aku kupas, yang lain susah untuk dijelasin karena banyak berhubungan dengan pengaruh orang lain.

Menjadi mahasiswa tahun terakhir itu rasanya complicated /hahaha/. Kamu pernah ngerasa kan pengen keluar dari suatu tempat yang terkunci, terus kamu tau kuncinya dimana, tapi kamu pura-pura ga tau kuncinya dimana, terus kamu galau karena ga bisa keluar. Sama kejadiannya dengan jadi mahasiswa stadium akhir, kamu pengen banget jadi sarjana, kamu juga tau kalau mau jadi sarjana mesti menyelesaikan TA dan rajin-rajin belajar, tapi kamu pura-pura ga tau terus bilang “Masih ada hari esok”, terus kamu galau sendiri liat ketiadaan progres dari TA kamu.

Jadi mahasiswa stadium akhir itu, selalu merasa sensitif ketika ditanyain kapan seminar proposal, kapan seminar hasil dan kapan wisuda? Rasanya itu...anda pasti tau. Paling sensi juga waktu dengar teman seangkatan ngomong, “Eh aku susah kali dapat data untuk TA” atau, “Aku bingung sama judul aku, apa ya yang mesti aku tambahin” dan lain-lain.

Jadi mahasiswa stadium akhir itu serba salah. Mau rajin belajar plus aktif di lain hal, tapi fisik ga mendukung, ujung-ujungnya banyak hal yang terbengkalai.

Cuma itu kali ini yang bisa aku bagikan~ tulisan ini aku akhiri dengan sepenggal lirik lagu WINNER – Go Up dan Team B – Climax, yang semoga bisa jadi mood booster buat diri sendiri :)

Throw all your worries to the sky, blow up
You have us, get up
Take each other’s hands and put them up, hands up
We will win over it all
(Go Up – Team A WINNER)

Tonigt, throw it away
At the end of this moment of running
No limit go n touch the sky
(Climax – Team B)

#Keonaran telah dilaksanakan#